Pilih apa yang relevan buat brand-mu. Yang kamu pilih di sini otomatis muncul di Bank Ideas, board, dan kalender.
Filter per pillar & platform, atau cari kata kunci. Drop ke Board untuk masuk kolom Bank Idea / Draft, atau + Kalender untuk langsung dijadwalkan.
Kelola tiap konten ala Trello. Geser kartu antar kolom (atau pakai tombol ◀ ▶), klik kartu untuk edit detail, caption, PIC & angka performa.
Klik tanggal untuk menambah konten. Warna kartu = pillar, badge = platform, titik = status. Tanggal bisa diganti dari editor.
Angka views, likes, comments, shares & reach yang kamu isi di tiap konten otomatis ke sini. Followers diisi manual per bulan.
Performa konten (otomatis dari board)Semua yang kamu isi sekarang masih nyangkut di browser ini aja. Kalau cache kebersihan atau ganti perangkat, hilang. Unlock buat nyimpan permanen.
Content Planner adalah alat untuk merencanakan konten media sosial secara terstruktur, mulai dari menentukan content pillar, menampung ide, mengatur alur produksi, menjadwalkan di kalender konten, sampai memantau performanya. Content Planner Remarketing menggabungkan semuanya dalam satu halaman web gratis, langsung dari browser tanpa perlu install aplikasi. Cocok buat digital marketer, tim social media, sampai UMKM dan content creator pemula di Indonesia.
Kenapa perlu content plan? Karena jangkauan organik makin sempit. Rata-rata satu postingan Instagram cuma menjangkau sekitar 3,5% follower, jadi konsistensi dan strategi yang rapi jauh lebih menentukan daripada asal posting.
Content pillar adalah kategori atau tema utama yang jadi fondasi semua konten sebuah brand, misalnya edukasi, inspirasi, engagement, promosi, dan storytelling. Dengan content pillar, kontenmu jadi lebih terarah dan nggak asal-asalan. Content Planner menyediakan 10 content pillar siap pakai lengkap dengan contohnya, jadi kamu tinggal pilih mana yang paling pas buat strategi brand-mu.
| Kebutuhan | Content Planner Remarketing | Template Excel | Trello / Canva |
|---|---|---|---|
| Content pillar siap pakai + contoh | ✅ 10 pillar | ❌ isi sendiri | ❌ isi sendiri |
| Bank ide konten | ✅ | ⚠️ manual | ⚠️ manual |
| Board alur produksi | ✅ | ❌ | ✅ (Trello) |
| Kalender konten | ✅ | ⚠️ manual | ⚠️ sebagian |
| Dashboard metrik otomatis | ✅ | ⚠️ rumus manual | ❌ |
| Konteks & bahasa Indonesia | ✅ | ➖ | ➖ |
Bagaimana cara membuat content plan?
Tentukan tujuan dan audiens, pilih content pillar dan platform, kumpulkan ide ke bank ide, susun alurnya di board dari draft sampai published, lalu jadwalkan di kalender konten dan pantau metriknya. Semua langkah ini bisa langsung dikerjakan di Content Planner.
Apa bedanya content plan dan content pillar?
Content pillar adalah tema besar kontennya, sedangkan content plan adalah rencana lengkap kapan dan di mana tiap konten diproduksi serta dipublikasikan. Content pillar jadi fondasi, content plan jadi eksekusinya.
Platform apa saja yang didukung?
Instagram, TikTok, YouTube, Facebook, dan Pinterest, dengan tipe konten Video, Reels, Carousel, Story, dan Design Only. Kamu bisa mengaktifkan hanya platform yang relevan buat brand-mu.
Apakah cocok untuk UMKM dan pemula?
Cocok. Dengan content pillar dan contoh ide siap pakai, UMKM maupun content creator pemula bisa langsung menyusun rencana konten tanpa install aplikasi apa pun.
Apakah Content Planner gratis?
Ya. Warga Remarketing bisa memakainya gratis 30 hari setelah membuat akun, lalu tersedia paket 1 tahun dan lifetime.
Baca juga: Cara membuat content plan yang rapi + 10 content pillar · Cara lihat performa konten sosial di Google Search Console · Konten rajin tiap hari tapi views mentok, kenapa?