Hitung Return on Ad Spend dan ROI kampanye kamu, lalu bandingkan dengan benchmark yang sumbernya bisa ditelusuri. Termasuk break-even ROAS: angka minimum sebelum kamu mulai rugi.
ROAS = pendapatan dari iklan dibagi biaya iklan. ROAS yang “bagus” adalah yang di atas break-even ROAS = 1 dibagi margin kotor — margin 30% berarti break-even 3,33x. Sebagai orientasi, median ROAS Meta Ads brand DTC 2025 adalah 1,86x dan Google Ads 3,68x (Triple Whale, panel 35.000 & 18.000 brand).
Ini bukan hasil survei — ini aritmatika. Laba = (Pendapatan × Margin) − Biaya Iklan. Kalau disetel nol, hasilnya break-even ROAS = 1 dibagi margin kotor. Di bawah angka ini kamu rugi, berapa pun bagusnya ROAS dibanding rata-rata industri.
| Margin kotor | Break-even ROAS |
|---|---|
| 20% | 5.00x |
| 25% | 4.00x |
| 30% | 3.33x |
| 40% | 2.50x |
| 50% | 2.00x |
| 60% | 1.67x |
| 70% | 1.43x |
Margin kotor di sini harus setelah COGS, ongkos kirim, biaya payment gateway, dan retur — bukan margin produk mentah. Memakai margin mentah membuat break-even terlihat lebih ringan daripada kenyataannya.
Median dari panel hampir 35.000 brand, periode 1 Januari–31 Desember 2025. Median Meta keseluruhan: 1,86x.
| Industri | Median ROAS |
|---|---|
| Automotive | 2.54x |
| Sports & Outdoors | 2.28x |
| Travel Accessories & Luggage | 2.25x |
| Apparel & Accessories | 2.18x |
| Home & Garden | 2.18x |
| Baby | 2.17x |
| Toys, Art & Collectibles | 1.93x |
| Lifestyle & Boutique | 1.93x |
| Electronics | 1.92x |
| Books & Music | 1.65x |
| Pets & Animals | 1.58x |
| Beauty | 1.57x |
| Food & Beverage | 1.56x |
| Health & Wellness | 1.50x |
| Media & Publishing | 1.17x |
Sumber: Triple Whale, Facebook Ad Benchmarks by Industry (2025) — triplewhale.com. Diverifikasi ulang oleh tim Remarketing pada Juli 2026.
Median keseluruhan 3,68x, turun 10,03% dibanding tahun sebelumnya — ROAS melemah di 13 dari 14 industri. Panel 18.000+ brand.
| Industri | Median ROAS | YoY |
|---|---|---|
| Travel Accessories | 4.30x | −21,1% |
| Consumer Electronics | 3.02x | −11,5% |
| Pets | 2.84x | +2,5% |
| Health & Wellness | 2.12x | −15,6% |
Sumber: Triple Whale, Google Ads Benchmarks by Industry (2025) — triplewhale.com
Kami tidak menampilkan angka khusus Indonesia karena tidak menemukan satu pun sumber yang menyebutkan ukuran sampel dan periode datanya. Angka seperti “ROAS fashion 4:1–6:1” atau “skincare 6:1–8:1” beredar di banyak blog lokal, tapi tidak ada yang mencantumkan dari berapa akun dan rentang waktu kapan. Menyalin angka semacam itu ke dalam keputusan budget lebih berisiko daripada tidak punya benchmark sama sekali.
“Rata-rata ROAS e-commerce 2,87x” — sumber aslinya tidak menyebut sampel, platform, maupun periode. “Shopify bilang ROAS bagus itu 4:1” — halaman Shopify tentang ROAS tidak memuat angka 4:1 sama sekali; mereka justru menyatakan ROAS yang layak bergantung pada margin dan biaya operasional masing-masing. “ROAS Facebook 10,68x” — bertentangan tajam dengan panel 35.000 brand yang menunjukkan 1,86x.
ROAS 5x dengan margin 15% berarti rugi, karena break-even-nya 6,67x. Sebaliknya ROAS 2x dengan margin 60% sudah untung. Selalu pasangkan ROAS dengan margin.
Benchmark industri berguna untuk orientasi kasar, tapi struktur biaya, harga, dan tahap bisnismu berbeda dari rata-rata panel. Tren ROAS-mu sendiri dari bulan ke bulan lebih informatif daripada perbandingan dengan angka global.
Di bawah 30–50 konversi, ROAS masih terlalu berisik. Banyak kampanye dimatikan terlalu cepat karena ROAS hari ketiga, padahal datanya belum cukup untuk menyimpulkan apa pun.
Tidak ada satu angka. ROAS yang bagus adalah yang di atas break-even ROAS kamu, yaitu 1 dibagi margin kotor. Kalau marginmu 30 persen, break-even ROAS-nya 3,33x. Sebagai orientasi, median ROAS Meta Ads untuk brand DTC pada 2025 adalah 1,86x dan Google Ads 3,68x menurut Triple Whale dari panel 35.000 dan 18.000 brand.
ROAS hanya membandingkan pendapatan dengan biaya iklan. ROI menghitung seluruh biaya termasuk produk, ongkir, dan operasional. ROAS 3x bisa saja ROI-nya negatif kalau marginmu tipis.
Google Search menangkap orang yang sudah mencari, sedangkan Meta memunculkan penawaran ke orang yang belum tentu sedang mencari. Membandingkan keduanya langsung tanpa memperhitungkan peran masing-masing di funnel bisa menyesatkan.
Sejauh riset kami tidak ada benchmark ROAS Indonesia dari sumber yang menyebutkan ukuran sampel dan periodenya. Angka yang beredar di blog lokal umumnya tanpa metodologi, jadi kami hanya menampilkan benchmark global yang sumbernya bisa ditelusuri.
Tunggu sampai ada cukup konversi, bukan cukup hari. Di bawah 30 sampai 50 konversi angkanya masih terlalu berisik untuk dijadikan dasar keputusan.