Masukkan angka tiap tahap, langsung tahu conversion rate di mana yang bocor. Dilengkapi benchmark global, APAC, dan landing page dari sumber yang sampelnya jelas.
Conversion rate = jumlah konversi dibagi jumlah pengunjung. Rata-rata e-commerce global 2,03–2,74%, tapi APAC hanya 1,58% — jadi pakai APAC sebagai patokan kalau pasarmu Indonesia. Landing page khusus jauh lebih tinggi: median 6,6% lintas industri. Cart abandonment global 70,22%.
Rata-rata 12 bulan sampai Juni 2026, dari 400+ brand dan lebih dari 200 juta pengguna unik per bulan.
| Industri | Conversion rate |
|---|---|
| Beauty & Personal Care | 5,37% |
| Food & Beverage | 5,03% |
| Pet Care & Veterinary | 4,40% |
| Multi-Brand Retail | 3,15% |
| Fashion / Apparel | 2,81% |
| Consumer Goods | 2,43% |
| Home & Furniture | 1,20% |
| Luxury & Jewelry | 0,71% |
Sumber: Dynamic Yield (Mastercard), eCommerce Benchmarks — dynamicyield.com
Kebanyakan artikel benchmark memakai angka global yang didominasi pasar Barat. Untuk pasar Indonesia, angka APAC jauh lebih relevan — dan selisihnya besar.
| Region | Conversion rate |
|---|---|
| EMEA | 2,89% |
| Americas | 2,69% |
| APAC | 1,58% |
APAC bukan hanya lebih rendah di konversi akhir. Add-to-cart APAC 3,16% dibanding EMEA 6,48%, dan cart abandonment APAC tertinggi di 81,21%. Artinya kebocoran dimulai jauh sebelum checkout — di tahap orang memutuskan memasukkan barang ke keranjang.
Sumber: Dynamic Yield, data sampai Juni 2026. Untuk Indonesia spesifik, ECDB mencatat add-to-cart 9,0–9,5% dan cart abandonment 82,5–83,0% (2025), namun ukuran sampel dan metodologinya tidak diungkap — perlakukan sebagai indikasi, bukan patokan.
Landing page khusus kampanye punya conversion rate jauh lebih tinggi daripada situs umum, karena hanya menawarkan satu aksi. Angka di bawah adalah median, bukan rata-rata — sengaja, karena rata-rata mudah terdistorsi oleh pencilan.
| Industri | Median CVR |
|---|---|
| Semua industri (baseline) | 6,6% |
| Events & Entertainment | 12,3% |
| Education | 8,4% |
| Financial Services | 8,3% |
| Legal | 6,3% |
| Professional Services | 6,1% |
| Travel & Hospitality | 4,8% |
| E-commerce | 4,2% |
| SaaS | 3,8% |
Sumber: Unbounce, Conversion Benchmark Report, data Q4 2024 — 41.000 landing page, 57 juta konversi, 464 juta pengunjung. unbounce.com. Belum ada edisi lebih baru per Juli 2026.
Desktop retail 3,7%, mobile 2,0% — desktop sekitar 74% lebih tinggi, padahal mobile menyumbang sekitar 76% trafik. Di situlah peluang terbesar biasanya berada. Cart abandonment global 70,22% menurut agregat 50 studi Baymard; per perangkat, mobile 79,92% dibanding desktop 69,19%.
Sumber: Contentsquare 2026 Digital Experience Benchmark (99 miliar sesi, 6.500+ situs) — contentsquare.com; Baymard Institute, Cart Abandonment Rate (agregat 50 studi) — baymard.com
Contentsquare mencatat penurunan 5,1% year on year untuk semua situs dan 5,5% untuk retail. Pengunjung baru konversinya 1,7% (turun 8%), pengunjung berulang 2,9% (turun 4%). Jadi sebelum menyimpulkan ada yang rusak di situsmu, cek dulu apakah penurunanmu lebih tajam dari tren pasar.
Beredar klaim “Unbounce 2026 CRO Intelligence Report: median naik ke 8,1% dari 68.000 landing page”. Kami cek langsung ke Unbounce: laporan dengan nama itu tidak ada, dan semua halaman mereka per Juli 2026 masih memakai data Q4 2024 dengan sampel 41.000 halaman. Jangan pakai angka tersebut.
Tergantung industri, perangkat, dan region. Rata-rata e-commerce global 2,03 sampai 2,74 persen; di APAC hanya 1,58 persen. Landing page punya median jauh lebih tinggi, 6,6 persen, karena halamannya dibuat khusus untuk satu aksi. Bandingkan dengan segmen yang setara, bukan dengan angka global apa adanya.
Data Dynamic Yield menunjukkan APAC 1,58 persen dibanding EMEA 2,89 persen. Add-to-cart APAC juga hanya 3,16 persen dibanding 6,48 persen di EMEA, dan cart abandonment tertinggi di 81,21 persen. Artinya perbedaannya dimulai jauh sebelum checkout.
Angka CVR Indonesia yang bermetodologi tidak tersedia secara publik. Yang ada hanya add-to-cart sekitar 9 sampai 9,5 persen dan cart abandonment 82,5 sampai 83 persen dari ECDB, itu pun tanpa keterangan ukuran sampel. Kami menyarankan memakai APAC 1,58 persen sebagai proksi region.
Contentsquare mencatat desktop retail 3,7 persen dan mobile 2,0 persen, padahal mobile menyumbang sekitar 76 persen trafik. Selisih ini biasanya soal kecepatan halaman, form yang sulit diisi, dan proses checkout yang panjang di layar kecil.
Kemungkinan besar ya. Contentsquare mencatat penurunan 5,1 persen year on year untuk semua situs dan 5,5 persen untuk retail. Jadi kalau CVR-mu turun tipis, kamu belum tentu melakukan kesalahan.