Hitung ER Instagram dan TikTok, lalu bandingkan dengan benchmark median 14 industri. Yang membedakan kalkulator ini: kamu wajib memilih basis perhitungan, karena di situlah kebanyakan orang salah.
Engagement rate = total interaksi ÷ penyebut × 100. Penyebutnya bisa follower, reach, atau view — dan pilihannya mengubah hasil sampai 15 kali lipat. Untuk periode 2025 yang sama, Instagram terbaca 0,36% per follower tapi 5,46% per reach. Angka “ER bagus itu 3–5%” yang sering dikutip adalah basis reach, bukan follower.
Ini kesalahan paling mahal dalam menilai performa konten. Untuk periode yang sama di 2025:
| Platform | Per follower | Per reach / view | Selisih |
|---|---|---|---|
| 0,36% | ~5,46% | 6–15× | |
| TikTok | 1,73% | 3,4–4,2% | 1,1–2× |
Akibatnya di lapangan: orang mengutip “ER Instagram bagus itu 3–5%” — angka basis reach — lalu memakainya untuk menilai akun brand yang dihitung per follower. Targetnya jadi sepuluh kali lipat lebih tinggi dari yang realistis, dan tim konten dianggap gagal padahal angkanya normal.
Dari 14 industri × 150 perusahaan acak, diambil dari database 200.000+ brand. Syarat sampel: minimal 5.000 follower. Median keseluruhan: Instagram 0,36%, TikTok 1,73%.
| Industri | TikTok | |
|---|---|---|
| Higher Education / kampus | 2,101% | 7,36% |
| Sports Teams | 1,3% | 2,68% |
| Influencer | 0,576% | 1,11% |
| Nonprofit | 0,561% | 3,04% |
| Media | 0,443% | 1,34% |
| Food & Beverage | 0,4% | 2,04% |
| Alkohol | 0,368% | 1,76% |
| Travel | 0,341% | 2,73% |
| Tech & Software (B2B/SaaS) | 0,327% | 1,21% |
| Financial Services | 0,261% | 1,33% |
| Retail | 0,16% | 1,28% |
| Fashion | 0,147% | 0,95% |
| Health & Beauty | 0,144% | 0,85% |
| Home Decor | 0,136% | 1,52% |
Sumber: Rival IQ (kini Quid), 2025 Social Media Industry Benchmark Report — rivaliq.com. Rumus tertulis: (like + komentar + share + reaction) ÷ total follower.
Dibanding tahun sebelumnya, median Instagram turun dari 0,43% ke 0,36% (−16%) dan TikTok dari 2,63% ke 1,73% (−34%). Food & Beverage di TikTok anjlok hampir separuh, 3,95% ke 2,04%. Jadi kalau ER-mu turun tahun ini, itu tren pasar — bukan otomatis kesalahanmu.
| Format | Per follower | Per reach |
|---|---|---|
| Carousel | 0,55% | 6,90% |
| Reels | 0,52% | 3,31% |
| Image / foto | 0,37% | 4,44% |
Carousel menang di engagement rate pada kedua basis, tapi Reels menang di jangkauan sekitar 36–39%. Pilih sesuai tujuan: Reels untuk menjangkau orang baru, carousel untuk interaksi lebih dalam.
Sumber: Socialinsider (35 juta post dari 447.613 halaman, Jan–Des 2025) — socialinsider.io; Buffer, State of Social Media Engagement 2026 (52 juta+ post) — buffer.com
Pada basis follower, ya. Pada basis view, hampir tidak. Ini TikTok per tier, basis view:
| Ukuran akun | ER per view (2025) |
|---|---|
| 1rb–5rb | 4,40% |
| 5rb–10rb | 4,00% |
| 10rb–50rb | 3,90% |
| 50rb–100rb | 3,75% |
| 100rb–1jt | 3,95% |
Kurvanya nyaris datar. Narasi “nano influencer sepuluh kali lebih engaging” hampir selalu memakai basis follower, yang secara matematis memang menguntungkan akun kecil — bukan karena audiensnya lebih hangat, tapi karena penyebutnya kecil.
Sumber: Socialinsider, TikTok Benchmarks (2 juta video dari 214.507 profil, Jan 2024–Des 2025) — socialinsider.io
Tidak tersedia dari sumber tier satu untuk 2024–2026. Rival IQ, Socialinsider, Buffer, dan Metricool semuanya agregat global tanpa pecahan per negara. Emplifi punya segmentasi Asia Pasifik tapi hanya untuk jumlah profil aktif dan CPM, bukan engagement rate. Data Indonesia yang ada di HypeAuditor berasal dari 2019 dan Indonesia bahkan tidak masuk daftarnya.
Angka seperti “nano Indonesia 7,2–8,1%” atau “Asia Tenggara 6,8% vs Amerika 4,1%” beredar di beberapa blog, tapi tidak bisa ditelusuri ke dataset primer mana pun dan sebagian saling mengutip secara melingkar. Kami tidak menampilkannya.
Tergantung basis perhitungannya. Kalau dibagi jumlah follower, median semua industri hanya 0,36 persen dan 1,02 persen sudah masuk 25 persen teratas. Kalau dibagi reach, mediannya sekitar 5,46 persen. Angka 3 sampai 5 persen yang sering disebut bagus itu basis reach, bukan follower.
Kemungkinan besar kamu menghitung terhadap follower sementara pembandingmu memakai reach. Untuk periode yang sama di 2025, Instagram bisa terbaca 0,36 persen atau 5,46 persen, selisihnya sampai 15 kali, semata karena penyebutnya berbeda.
Tergantung yang kamu kejar. Reels menang di jangkauan, sekitar 36 sampai 39 persen lebih luas. Tapi carousel menang di engagement rate, 6,90 persen dibanding 3,31 persen basis reach. Kalau tujuannya menjangkau orang baru pilih Reels; kalau tujuannya interaksi dari yang sudah menjangkau, carousel.
Pada basis follower iya, tapi sebagian besar selisih itu artefak matematis. Pada basis view, kurva TikTok hampir datar: 4,40 persen untuk 1 sampai 5 ribu follower dan 3,95 persen untuk 100 ribu sampai 1 juta. Narasi nano influencer sepuluh kali lebih engaging hampir selalu memakai basis follower.
Tidak ada dari sumber tier satu untuk periode 2024 sampai 2026. Rival IQ, Socialinsider, Buffer, dan Metricool semuanya agregat global tanpa pecahan negara. Angka engagement rate Indonesia yang beredar di blog tidak bisa ditelusuri ke dataset primer mana pun.