Cara Membuat Content Plan + 10 Content Pillar (Tool Gratis)
Cara Membuat Content Plan yang Rapi (Plus 10 Content Pillar & Tool Gratisnya)

Cara Membuat Content Plan yang Rapi (Plus 10 Content Pillar & Tool Gratisnya)

Kalau kamu sering bingung mau posting apa hari ini, atau kontenmu jalan tapi terasa acak, biasanya masalahnya satu: belum ada content plan. Kabar baiknya, cara membuat content plan itu nggak seribet yang dibayangin. Di artikel ini kita bahas pelan-pelan sampai kamu bisa langsung praktik, plus ada tool gratis yang bikin prosesnya makin cepat.

Anggap aja content plan itu peta. Tanpa peta kamu tetap bisa jalan, tapi gampang muter-muter dan capek sendiri. Dengan peta, tiap konten punya tujuan dan tempatnya.

Apa itu content plan?

Content plan adalah rencana yang mengatur konten apa yang kamu buat, untuk platform apa, kapan tayang, dan tujuannya buat apa. Beda tipis sama content strategy yang lebih besar, content plan itu bagian eksekusinya, yaitu daftar konkret konten yang mau kamu produksi dan jadwalkan.

Kenapa kamu butuh content plan

Alasan paling utama: konsistensi. Jangkauan organik sekarang makin sempit. Rata-rata satu postingan Instagram cuma nyampe ke sekitar 3,5% dari follower kamu. Artinya kamu perlu tayang teratur dan terarah, bukan cuma pas lagi mood. Content plan bikin kamu berhenti mikir “hari ini posting apa ya”, karena semuanya udah disiapin dari awal.

Ide konten kampanye media sosial ditulis di sticky notes kuning
Foto: Walls.io via Pexels

Cara membuat content plan dalam 5 langkah

Ini urutan paling sederhana yang bisa kamu ikutin dari nol.

1. Tentukan tujuan dan target audiens. Mau nambah brand awareness, engagement, atau jualan? Tujuan ini yang nyetir semua kontenmu. Sekalian kenali siapa audiensmu biar kontennya nyambung sama kebutuhan mereka.

2. Pilih content pillar dan platform. Content pillar itu tema-tema utama kontenmu. Tentuin juga kamu mau main di mana, Instagram, TikTok, YouTube, atau yang lain. Nggak perlu semua platform, cukup yang audiensmu ada di situ.

3. Kumpulkan ide konten. Bikin bank ide, tempat kamu nampung semua ide mentah. Jadi pas mau produksi, kamu tinggal ambil, bukan mikir dari nol tiap kali.

4. Susun alur produksi dan jadwal. Pindahin ide ke alur produksi, dari draft, sedang dikerjakan, sampai published. Lalu taruh di kalender konten biar tanggal tayangnya jelas dan konsisten.

5. Pantau performa. Setelah tayang, catat angkanya, yaitu views, likes, comments, shares, dan reach. Dari sini kamu tau konten mana yang perlu diperbanyak dan mana yang di-stop.

Kenalan sama content pillar

Content pillar adalah kategori atau tema utama yang jadi fondasi semua kontenmu, biar nggak asal-asalan. Contohnya edukasi, inspirasi, engagement, promosi, sampai storytelling. Idealnya kamu punya 3 sampai 5 pillar aktif, terus diputar bergantian biar feed-mu variatif tapi tetap konsisten.

Kalau bingung mulai dari mana, kamu nggak harus mikir sendiri. Content Planner Remarketing udah nyiapin 10 content pillar siap pakai lengkap dengan contoh idenya, tinggal kamu pilih yang cocok sama brand.

Tangan menjadwalkan konten di kalender content planner bulanan
Foto: cottonbro studio via Pexels

Biar nggak ribet, pakai tool-nya langsung

Kamu bisa bikin content plan pakai Excel atau buku catatan, dan itu sah-sah aja. Tapi kalau mau lebih cepat, kelima langkah tadi bisa kamu kerjain di satu tempat lewat Content Planner gratis dari Remarketing. Di situ kamu bisa pilih content pillar, ambil ide dari bank ide, geser kartu konten di board ala Trello, jadwalin di kalender konten, dan lihat metriknya terangkum otomatis. Semua jalan langsung di browser, tanpa install aplikasi.

Sebelum kamu mulai

Nggak usah nunggu rencananya sempurna. Mulai dari yang kecil, misalnya susun content plan buat satu minggu ke depan dulu, pilih 3 content pillar, dan jadwalin beberapa konten. Begitu kamu ngerasain ritmenya, nambahin jadi sebulan penuh bakal terasa jauh lebih gampang. Yang penting jalan dulu, rapihin sambil jalan.

Baca juga: Cara lihat performa konten sosial kamu di Google Search Console · Konten rajin tiap hari tapi views mentok, kenapa?

Foto sampul: Mart Production via Pexels.

Share this post :

Facebook
LinkedIn
WhatsApp
Threads
X

Support System-nya Digital Marketing Se-Indonesia agar #JadiTerusRelevan dengan kebutuhan Industri terkini.

Copyright © 2025 Remarketing. All rights reserved

#JadiTerusRelevan dengan newsletter kami

Support System-nya Digital Marketing Se-Indonesia agar #JadiTerusRelevan dengan kebutuhan Industri terkini.

Copyright © 2025 Remarketing. All rights reserved

Article
// Lanjut baca

Artikel lainnya

Marketing Strategy
Konten Sosial Kamu Sekarang Bisa Keliatan di Google Search Console
Marketing Strategy
Followers Banyak, Tapi Kok Nggak Ada yang Beli? Kenapa Ya, Ka?
Content Strategy
Ka, Konten Udah Rajin Tiap Hari Tapi Views Mentok Segitu-Gitu Aja?