LTV (Lifetime Value) adalah total pendapatan yang kamu dapat dari satu pelanggan selama dia bertahan jadi pelanggan kamu.
LTV ngubah cara kamu mikir soal biaya. Kalau kamu cuma lihat satu transaksi, kamu bakal takut ngeluarin banyak buat akuisisi. Tapi kalau tahu satu pelanggan bakal balik berkali-kali, kamu berani "bayar lebih" di depan buat narik mereka.
| Rata-rata nilai order (AOV) | Rp150.000 |
| Jumlah order seumur jadi pelanggan | 8 |
| LTV | 150.000 × 8 = Rp1.200.000 |
Satu pelanggan rata-rata ngasih Rp1,2 juta sepanjang dia bertahan.
LTV sehat itu minimal 3x CAC. Cara paling murah naikin LTV bukan cari pelanggan baru, tapi bikin pelanggan lama balik lagi: retensi, repeat order, dan upsell. Naikin retensi 5% aja bisa naikin profit jauh lebih besar.
Minimal 3:1. Kalau di bawah itu, kamu kurang untung; kalau kelewat tinggi, mungkin kamu kurang agresif akuisisi.
Naikin retensi dan repeat order, tambah upsell/cross-sell, dan jaga pengalaman pelanggan tetap bagus.
Lebih akurat pakai profit (LTV berbasis margin), tapi banyak yang mulai dari pendapatan biar simpel.