Remarketing.id← Kamus Istilah
HomeKamus IstilahLTV

Apa itu LTV?

LTV (Lifetime Value) adalah total pendapatan yang kamu dapat dari satu pelanggan selama dia bertahan jadi pelanggan kamu.

LTV ngubah cara kamu mikir soal biaya. Kalau kamu cuma lihat satu transaksi, kamu bakal takut ngeluarin banyak buat akuisisi. Tapi kalau tahu satu pelanggan bakal balik berkali-kali, kamu berani "bayar lebih" di depan buat narik mereka.

Rumus LTV

RUMUSLTV = Rata-rata Nilai Order × Jumlah Order Seumur Hidup Pelanggan

Contoh cara hitung LTV

Rata-rata nilai order (AOV)Rp150.000
Jumlah order seumur jadi pelanggan8
LTV150.000 × 8 = Rp1.200.000

Satu pelanggan rata-rata ngasih Rp1,2 juta sepanjang dia bertahan.

Berapa angka yang bagus?

LTV sehat itu minimal 3x CAC. Cara paling murah naikin LTV bukan cari pelanggan baru, tapi bikin pelanggan lama balik lagi: retensi, repeat order, dan upsell. Naikin retensi 5% aja bisa naikin profit jauh lebih besar.

Tips & kesalahan umum

Hitung & pelajari lebih lanjut

🔢 Tools gratis
Kalkulator CAC & LTV
Hitung biaya akuisisi & nilai pelanggan
📖 Baca juga
Bisnis Subscription di Indonesia
Artikel terkait di blog Remarketing.id
✦ RESOURCE · VIDEO LEARNING
Udah ngerti istilahnya, sekarang belajar praktiknya.
250+ video learning dari praktisi brand top Indonesia. Coba gratis 7 hari, tanpa kartu.
Coba gratis →

Istilah terkait

CACROASConversion RateLihat semua 269 istilah →

Pertanyaan yang sering ditanya

Rasio LTV ke CAC yang sehat berapa?

Minimal 3:1. Kalau di bawah itu, kamu kurang untung; kalau kelewat tinggi, mungkin kamu kurang agresif akuisisi.

Gimana cara naikin LTV?

Naikin retensi dan repeat order, tambah upsell/cross-sell, dan jaga pengalaman pelanggan tetap bagus.

LTV itu pakai pendapatan atau profit?

Lebih akurat pakai profit (LTV berbasis margin), tapi banyak yang mulai dari pendapatan biar simpel.

← Balik ke Kamus Istilah Marketing lengkap