CAC (Customer Acquisition Cost) adalah total biaya yang kamu keluarkan untuk mendapatkan satu pelanggan baru, termasuk iklan, tools, dan gaji tim marketing/sales.
CAC sering lebih besar dari yang orang kira, karena bukan cuma biaya iklan. Kalau kamu cuma ngitung iklan, kamu lagi ngibulin diri sendiri. CAC yang jujur = semua biaya narik pelanggan dibagi jumlah pelanggan baru.
| Biaya iklan + tools + gaji tim | Rp20.000.000 |
| Pelanggan baru bulan ini | 100 |
| CAC | 20.000.000 ÷ 100 = Rp200.000 |
Kamu keluar Rp200.000 buat dapet satu pelanggan baru.
CAC nggak berarti apa-apa kalau berdiri sendiri. Yang penting adalah rasio LTV:CAC. Rasio sehat itu minimal 3:1, artinya tiap pelanggan ngasih nilai seumur hidup minimal 3x biaya narik mereka. Di bawah itu, kamu kerja keras buat modal doang.
Yang penting bukan angkanya, tapi rasionya ke LTV. Usahakan LTV minimal 3x CAC.
CPA umumnya biaya iklan per konversi. CAC lebih luas, termasuk gaji tim dan semua biaya akuisisi.
Naikin conversion rate, manfaatin konten organik dan referral, dan matiin channel yang boros.