Remarketing.id← Kamus Istilah
HomeKamus IstilahChurn Rate

Apa itu Churn Rate?

Churn rate adalah persentase pelanggan yang berhenti atau tidak beli lagi dalam periode tertentu. Ini musuh utama bisnis langganan dan repeat order.

Churn itu "ember bocor". Percuma rajin nambah air (pelanggan baru) kalau embernya bocor deras. Nurunin churn sedikit aja efeknya besar ke profit, karena mempertahankan pelanggan jauh lebih murah daripada nyari yang baru.

Rumus Churn Rate

RUMUSChurn Rate = (Pelanggan Hilang ÷ Pelanggan Awal Periode) × 100%

Contoh cara hitung Churn Rate

Pelanggan awal bulan1.000
Berhenti bulan ini50
Churn Rate50 ÷ 1.000 × 100% = 5% / bulan

Churn 5% per bulan terdengar kecil, tapi menumpuk jadi sekitar 46% dalam setahun.

Berapa angka yang bagus?

Churn kecil = retensi bagus = LTV naik. Karena efek churn menumpuk (compounding), churn 5%/bulan jauh lebih berbahaya dari kelihatannya. Fokus retensi (onboarding bagus, nilai yang terasa terus, follow-up) lebih murah daripada terus mengejar pelanggan baru.

Tips & kesalahan umum

Hitung & pelajari lebih lanjut

🔢 Tools gratis
Kalkulator CAC & LTV
Hitung biaya akuisisi & nilai pelanggan
📖 Baca juga
Bisnis Subscription di Indonesia
Artikel terkait di blog Remarketing.id
✦ RESOURCE · VIDEO LEARNING
Udah ngerti istilahnya, sekarang belajar praktiknya.
250+ video learning dari praktisi brand top Indonesia. Coba gratis 7 hari, tanpa kartu.
Coba gratis →

Istilah terkait

LTVCACAOVLihat semua 269 istilah →

Pertanyaan yang sering ditanya

Churn rate yang bagus berapa?

Makin kecil makin baik. Untuk langganan, churn bulanan satu digit rendah umumnya dianggap sehat, tapi beda per industri.

Gimana cara nurunin churn?

Perkuat onboarding, pastikan pelanggan terus merasakan nilai, dan hubungi mereka sebelum berhenti.

Hubungan churn sama LTV apa?

Churn rendah berarti pelanggan bertahan lebih lama, sehingga LTV-nya lebih besar.

← Balik ke Kamus Istilah Marketing lengkap