Remarketing.id← Kamus Istilah
HomeKamus IstilahAOV

Apa itu AOV?

AOV (Average Order Value) adalah rata-rata nilai belanja per transaksi di toko kamu.

AOV sering dilupain, padahal naikin AOV itu salah satu cara paling murah naikin pendapatan: kamu jualan ke orang yang udah mau bayar, tinggal bikin mereka bawa lebih banyak. AOV naik juga bikin LTV naik dan ngasih ruang buat CAC lebih besar.

Rumus AOV

RUMUSAOV = Total Pendapatan ÷ Jumlah Order

Contoh cara hitung AOV

Total pendapatanRp30.000.000
Jumlah order200
AOV30.000.000 ÷ 200 = Rp150.000

Rata-rata tiap transaksi bernilai Rp150.000.

Berapa angka yang bagus?

Cara naikin AOV: bundling, upsell/cross-sell, dan gratis ongkir di atas nominal tertentu (mis. "gratis ongkir min. Rp200rb" bikin orang nambah belanja). Naikin AOV 20% efeknya langsung ke profit tanpa nambah biaya akuisisi.

Tips & kesalahan umum

Hitung & pelajari lebih lanjut

🔢 Tools gratis
Kalkulator CAC & LTV
Hitung biaya akuisisi & nilai pelanggan
📖 Baca juga
Bisnis Subscription di Indonesia
Artikel terkait di blog Remarketing.id

Istilah terkait

LTVCACConversion RateLihat semua 269 istilah →

Pertanyaan yang sering ditanya

Gimana cara naikin AOV?

Bundling, upsell/cross-sell, dan free ongkir bersyarat adalah cara paling umum dan efektif.

Hubungan AOV sama LTV apa?

AOV lebih tinggi bikin tiap pelanggan bernilai lebih besar, jadi LTV ikut naik.

AOV yang bagus berapa?

Tergantung produk; patokan terbaik adalah tren AOV kamu sendiri yang naik dari waktu ke waktu.

← Balik ke Kamus Istilah Marketing lengkap