Gratis Ongkir & Program Marketplace: Worth It atau Malah Bikin Buntung? - Remarketing
Gratis Ongkir & Program Marketplace: Worth It atau Malah Bikin Buntung?

Gratis Ongkir & Program Marketplace: Worth It atau Malah Bikin Buntung?

Gratis ongkir itu senjata ampuh di marketplace. Pembeli suka banget, konversi naik, dan produkmu keliatan lebih menarik dibanding yang ongkirnya mahal. Tapi ada pertanyaan yang jarang dijawab dengan jujur: gratis ongkir dan program-program marketplace lainnya itu beneran nguntungin, atau malah diam-diam bikin buntung? Yuk kita bahas biar kamu ikut program dengan sadar, bukan cuma ikut-ikutan.

Gratis ongkir itu nggak beneran gratis

Namanya emang gratis ongkir, tapi ongkirnya tetap ada yang bayar. Kadang sebagian disubsidi platform lewat program, kadang sebagian kamu yang nanggung sebagai seller. Selain itu, buat ikut program gratis ongkir biasanya ada biaya layanan tambahan yang dipotong dari tiap penjualanmu. Jadi walaupun pembeli ngerasa hemat, di sisimu ada biaya yang nempel. Kalau nggak diitung, biaya ini bisa ngegerus margin pelan-pelan tanpa kamu sadari.

Program marketplace itu alat. Bisa naikin penjualan, bisa juga makan margin. Bedanya cuma di apakah kamu ngitung atau enggak.

Kapan program layak diikuti

Program kayak gratis ongkir, voucher, dan cashback layak diikuti kalau efeknya ke penjualan sepadan sama biayanya. Tandanya:

  • Konversi dan jumlah pesananmu naik cukup signifikan pas ikut program.
  • Marginmu masih sehat walau udah dipotong biaya program.
  • Produkmu punya nilai per pesanan yang cukup tinggi, jadi biaya tetap kayak subsidi ongkir nggak terlalu terasa.

Sebaliknya, kalau produkmu murah dan marginnya udah tipis, nombokin ongkir plus bayar biaya program bisa bikin tiap pesanan jadi nyaris nol untung, bahkan minus. Di titik ini, ngejar rame malah bikin capek tanpa hasil.

Contoh biar kebayang

Misal produkmu Rp50.000 dengan margin yang udah tipis. Kamu ikut program dan nombok sebagian ongkir plus kena biaya layanan beberapa persen. Tiba-tiba laba per pesananmu yang tadinya kecil jadi tinggal receh. Sekarang bandingin sama produk Rp150.000 yang marginnya lebih tebal. Biaya program yang sama nggak seberapa dampaknya karena marginnya masih luas. Jadi keputusan ikut program itu harusnya beda buat tiap produk, bukan disamain semua.

Cara nentuinnya: masukin biayanya ke hitungan

Biar keputusanmu berdasar angka, masukin semua biaya ini ke perhitungan sebelum ikut program. Di Kalkulator Biaya Admin Marketplace gratis dari Remarketing, kamu bisa isi biaya layanan program dan ongkir yang kamu tanggung, terus lihat langsung gimana pengaruhnya ke laba bersih. Dari situ kamu bisa nentuin, produk ini worth diikutin program apa enggak, atau harganya perlu disesuaikan dulu biar tetap untung walau ikut gratis ongkir.

Kalau kamu pakai iklan juga, hitung lagi biaya iklan per pesanannya, karena kombinasi gratis ongkir plus iklan di produk margin tipis itu paling sering bikin buntung tanpa kelihatan.

Jangan lupa nilai jangka panjangnya

Kadang gratis ongkir tetap layak walau marginnya jadi tipis, misalnya pas kamu lagi ngebangun reputasi toko, ngejar ulasan, atau naikin ranking produk baru. Yang penting itu keputusan sadar, bukan karena semua orang ikut jadi kamu ikut juga. Tahu kapan rugi sedikit itu investasi, dan kapan rugi itu beneran cuma rugi, itu skill yang bikin seller bertahan lama.

Penutupnya

Program marketplace itu bukan musuh, tapi juga bukan tombol ajaib. Yang bikin bedanya adalah kamu ngitung dulu sebelum ikut. Coba masukin biaya program dan ongkir subsidi ke kalkulator biaya admin marketplace, lihat efeknya ke laba, dan putuskan dengan tenang. Pantau juga semua produkmu di dashboard-nya biar ketahuan mana yang aman ikut program dan mana yang enggak.


Sumber & referensi

Share this post :

Facebook
LinkedIn
WhatsApp
Threads
X

Support System-nya Digital Marketing Se-Indonesia agar #JadiTerusRelevan dengan kebutuhan Industri terkini.

Copyright © 2025 Remarketing. All rights reserved

#JadiTerusRelevan dengan newsletter kami

Support System-nya Digital Marketing Se-Indonesia agar #JadiTerusRelevan dengan kebutuhan Industri terkini.

Copyright © 2025 Remarketing. All rights reserved

Article
// Lanjut baca

Artikel lainnya

Marketing Strategy
Margin Tipis & Break-even: Kapan Produk Marketplace-mu Sebenarnya Rugi
Marketing Strategy
Winning Product Marketplace: Cara Milih Produk yang Margin-nya Beneran Sehat
Marketing Strategy
Shopee, Tokopedia, atau TikTok Shop? Cara Milih yang Paling Untung Buat Produkmu