Winning Product Marketplace: Cara Milih Produk yang Margin-nya Beneran Sehat - Remarketing
Winning Product Marketplace: Cara Milih Produk yang Margin-nya Beneran Sehat

Winning Product Marketplace: Cara Milih Produk yang Margin-nya Beneran Sehat

Tiap seller pengen punya produk yang laris sekaligus untung. Tapi kenyataannya, laris belum tentu untung. Ada produk yang orderan-nya banyak banget tapi marginnya tipis sampai capek sendiri, ada juga produk yang jarang dilirik tapi tiap kejual untungnya lumayan. Nah, winning product yang beneran itu bukan cuma yang laku, tapi yang margin-nya sehat dan bisa di-scale. Yuk kita bahas cara milihnya.

Laris tanpa margin sehat itu jebakan

Banyak seller kejebak ngejar produk viral tanpa ngitung untungnya. Padahal produk yang perputarannya cepat tapi marginnya tipis bisa bikin kamu sibuk banget dengan hasil yang nggak sepadan. Kamu kerja keras packing ratusan pesanan, tapi begitu dipotong biaya admin, biaya proses, modal, dan iklan, yang tersisa cuma receh. Sebaliknya, produk dengan margin sehat ngasih kamu ruang napas buat iklan, buat error, dan buat tumbuh.

Produk juara itu bukan yang paling rame, tapi yang paling banyak nyisain uang di kantongmu tiap bulan.

Empat hal yang bikin produk layak disebut winning

  1. Margin bersih sehat. Setelah semua potongan marketplace, modal, dan ongkir, produknya masih nyisain margin yang layak. Ini fondasinya.
  2. Permintaan stabil. Bukan cuma rame sesaat karena tren, tapi ada yang nyari terus-terusan.
  3. Modal & operasional masuk akal. Nggak bikin cashflow-mu berat atau ribet dikelola.
  4. Ada ruang buat iklan. Marginnya cukup tebal buat dipromosiin tanpa langsung jadi rugi.

Kalau sebuah produk cuma menang di satu sisi, misalnya rame tapi margin tipis, dia belum tentu produk andalanmu. Yang ideal itu yang seimbang antara volume dan margin.

Cara ngukurnya biar objektif

Perasaan sering nipu. Produk yang kelihatan laris di mata belum tentu paling cuan di angka. Jadi ukur pakai data. Buat tiap produk, hitung dulu laba bersih per pesanannya lewat Kalkulator Biaya Admin Marketplace. Setelah itu, kalikan sama estimasi jumlah pesanan per bulan, biar ketahuan proyeksi laba bulanannya. Dari sini kamu bisa lihat mana yang beneran nyumbang paling banyak ke kantongmu, bukan yang cuma keliatan sibuk.

Kadang hasilnya bikin kaget. Produk yang selama ini kamu anggap andalan ternyata marginnya tipis, dan produk yang biasa aja ternyata diam-diam paling cuan per bulan. Tanpa dihitung, kamu nggak akan tahu.

Kelompokin produkmu biar strateginya jelas

Kalau produkmu udah banyak, coba kelompokin berdasarkan dua hal: margin dan volume. Ada produk margin tinggi dan volume tinggi, itu bintangmu, layak diprioritasin dan di-scale. Ada yang volume tinggi tapi margin tipis, ini perlu dijaga efisiensinya. Ada yang margin bagus tapi volume kecil, ini punya potensi kalau didorong lebih. Dan ada yang margin dan volume-nya sama-sama rendah, ini yang perlu dievaluasi apakah masih layak dilanjutin.

Dengan pengelompokan kayak gini, kamu nggak lagi ngasih perhatian yang sama ke semua produk. Kamu tahu mana yang dikasih budget iklan lebih, mana yang cukup jadi pelengkap. Semua itu kelihatan lebih jelas kalau produkmu terkumpul rapi di satu dashboard, lengkap sama proyeksi laba dan ranking otomatisnya.

Penutupnya

Milih winning product itu soal disiplin ngukur, bukan soal nebak mana yang keliatan rame. Begitu kamu tahu produk mana yang margin dan proyeksi labanya paling sehat, kamu bisa fokusin tenaga dan budget ke situ, dan pertumbuhannya jadi jauh lebih terarah. Mulai dari ngitung laba tiap produkmu di kalkulator biaya admin marketplace, terus bandingin proyeksinya di dashboard.


Sumber & referensi

Share this post :

Facebook
LinkedIn
WhatsApp
Threads
X

Support System-nya Digital Marketing Se-Indonesia agar #JadiTerusRelevan dengan kebutuhan Industri terkini.

Copyright © 2025 Remarketing. All rights reserved

#JadiTerusRelevan dengan newsletter kami

Support System-nya Digital Marketing Se-Indonesia agar #JadiTerusRelevan dengan kebutuhan Industri terkini.

Copyright © 2025 Remarketing. All rights reserved

Article
// Lanjut baca

Artikel lainnya

Marketing Strategy
Shopee, Tokopedia, atau TikTok Shop? Cara Milih yang Paling Untung Buat Produkmu
Marketing Strategy
Cara Nentuin Harga Jual di Marketplace Biar Tetap Untung (Setelah Semua Potongan)
Marketing Strategy
Biaya Admin Tokopedia & TikTok Shop 2026: Potongan, Cap Komisi & Yang Berubah