Salah satu pertanyaan klasik seller online: mendingan fokus jualan di Shopee, Tokopedia, atau TikTok Shop? Jawabannya nggak bisa disamain buat semua orang, karena yang paling untung buat satu produk belum tentu paling untung buat produk lain. Yang bikin bedanya bukan cuma jumlah pembeli, tapi juga struktur biaya masing-masing platform. Yuk kita bahas cara milihnya biar keputusanmu berdasar angka, bukan ikut-ikutan.
Tiap marketplace punya struktur biaya sendiri
Sekilas ketiganya mirip, tapi kalau dibedah, potongannya beda. Ini gambaran kasarnya per 2026:
| Marketplace | Biaya admin | Biaya proses |
|---|---|---|
| Shopee (Non-Star) | sekitar 2,5–10% | sekitar Rp1.250/pesanan |
| Tokopedia | sekitar 2,5–12,2% | relatif rendah/nol |
| TikTok Shop | sekitar 2,5–8% efektif | ada biaya logistik berbasis ongkir |
Perhatiin, Shopee punya biaya proses tetap per pesanan, sementara Tokopedia dan TikTok Shop punya karakter berbeda. Buat produk murah, biaya proses tetap itu terasa banget secara persentase. Buat produk mahal, yang lebih ngaruh justru persentase komisi dan plafon maksimumnya. Jadi produk yang cocok di satu platform belum tentu paling untung di platform lain.
Yang bikin bedanya bukan cuma biaya
Selain potongan, ada faktor lain yang perlu kamu timbang:
- Karakter audiens. TikTok Shop kuat di produk yang gampang viral lewat video. Shopee dan Tokopedia kuat di pembeli yang emang lagi nyari produk tertentu.
- Program & promosi. Tiap platform punya program gratis ongkir dan promo yang beda, dan ini ada biayanya.
- Kategori produkmu. Beberapa kategori kena tarif lebih ramah di satu platform dibanding lainnya.
Tapi di ujungnya, pertanyaan paling penting tetap sama: kalau produk yang sama dijual di ketiga platform, di mana laba bersihnya paling gede?
Cara jawabnya: bandingin pakai angka
Daripada nebak, kamu bisa langsung bandingin. Di Kalkulator Biaya Admin Marketplace gratis dari Remarketing, ada fitur Bandingin marketplace. Masukin harga jual dan modal produkmu satu kali, terus kalkulatornya nunjukin laba bersih kalau produk itu dijual di Shopee, Tokopedia, sama TikTok Shop, lengkap sama pemenangnya. Jadi kamu bisa tahu, misalnya, produk fashion-mu lebih untung di platform A, sementara produk elektronikmu justru lebih cuan di platform B.
Ini penting karena banyak seller yang jualan di satu platform doang cuma karena kebiasaan, padahal produknya bisa lebih untung di tempat lain. Selisih beberapa persen kelihatan kecil, tapi di volume tinggi, itu jadi puluhan juta setahun.
Strategi multi-platform yang sehat
Jualan di banyak platform sekaligus itu boleh, tapi jangan asal buka toko di mana-mana terus keteteran. Lebih baik pilih platform utama berdasarkan mana yang paling untung dan paling cocok sama produkmu, lalu ekspansi ke platform lain kalau kapasitasmu udah siap. Yang penting tiap keputusan pindah atau nambah platform itu berdasar hitungan laba, bukan sekadar takut ketinggalan tren.
Penutupnya
Milih marketplace itu keputusan strategis yang berdampak ke labamu tiap hari. Jangan diserahin ke feeling. Coba masukin produk andalanmu ke fitur bandingin di kalkulator biaya admin marketplace, lihat sendiri mana yang paling untung, terus simpan hasil semua produkmu rapi di dashboard-nya biar gampang dipantau.
Sumber & referensi
- Perbandingan tarif marketplace 2026, RekapCepat.id
- Pusat Edukasi Penjual Shopee






