Coba buka ChatGPT sekarang, lalu ketik: “rekomendasi [kategori produkmu] yang bagus di Indonesia”. Brand kamu disebut nggak? Kalau nggak, kamu nggak sendirian. Banyak brand yang rajin SEO dan iklan, tapi nggak pernah dicek apakah brand muncul di ChatGPT waktu calon customer nanya rekomendasi. Di artikel ini kita bahas kenapa ini mulai penting, cara ngecek posisi brand kamu dalam 10 menit, dan apa yang bisa kamu lakuin supaya lebih sering disebut.
Kenapa brand muncul di ChatGPT mulai penting
Orang Indonesia termasuk pengguna ChatGPT paling aktif di dunia
Data Similarweb nunjukin Indonesia ada di peringkat 5 dunia penyumbang trafik ke situs AI generatif, dengan porsi sekitar 3,7%, cuma kalah dari Amerika Serikat, India, Brasil, dan Inggris. Artinya kebiasaan “nanya ke AI dulu sebelum beli” bukan tren luar negeri doang. Calon customer kamu kemungkinan besar udah ngelakuinnya.
Search Google belum mati, tapi pintu masuknya nambah
Tahun 2024, Gartner sempat memprediksi volume mesin pencari tradisional bakal turun 25% di 2026 karena orang pindah ke chatbot AI. Sekarang, di 2026, banyak analisis nunjukin prediksi itu nggak kejadian sebesar itu. Google masih jadi raja search.
Jadi jangan panik lalu ninggalin SEO. Cara bacanya begini: jawaban AI adalah pintu masuk tambahan, bukan pengganti. Orang yang dulu cuma googling sekarang juga nanya ke ChatGPT, Gemini, atau Perplexity, terutama buat pertanyaan rekomendasi dan perbandingan.
Volumenya masih kecil, tapi niat belinya tinggi
Studi kasus Seer Interactive nemuin pengunjung yang datang dari ChatGPT convert 15,9%, sementara pengunjung dari pencarian organik Google cuma 1,76%. Tapi baca dulu konteksnya: data itu dari satu klien, dan trafik dari AI cuma sekitar 0,07% dari total trafik organiknya.
Pelajarannya bukan “AI bakal ngasih kamu banjir trafik”. Pelajarannya: orang yang klik dari jawaban AI biasanya udah selesai riset di dalam obrolannya, jadi mereka datang dalam kondisi siap beli. Jumlahnya sedikit, tapi kualitasnya tinggi.
Apa itu GEO?
GEO atau Generative Engine Optimization adalah usaha supaya brand kamu disebut, dikutip, dan direkomendasikan di jawaban AI seperti ChatGPT, Gemini, Perplexity, dan AI Overviews di Google. Kalau SEO tujuannya ranking di halaman hasil pencarian, GEO tujuannya masuk ke dalam jawaban. Buat dasar-dasarnya, kamu bisa baca dulu panduan SEO & GEO untuk pemula. Di artikel ini kita fokus ke praktiknya: ngecek dan ngebenerin.
Tes 10 menit: brand kamu disebut nggak?
- Tulis 10 pertanyaan yang biasa ditanya calon customer. Campur beberapa jenis: rekomendasi (“skincare lokal buat kulit berminyak”), perbandingan (“A vs B mana yang lebih bagus”), budget (“yang di bawah 200 ribu”), dan kebutuhan spesifik (“yang cocok buat pemula”). Tulis dalam Bahasa Indonesia, karena begitu cara customer kamu nanya.
- Tanyain ke beberapa AI. Minimal ChatGPT, Gemini, dan Perplexity. Pakai obrolan baru atau mode obrolan sementara, supaya jawabannya nggak kepengaruh riwayat obrolanmu sendiri.
- Catat hasilnya di tabel. Brand kamu disebut atau nggak, urutan ke berapa, info yang disebut benar atau salah, dan brand pesaing mana aja yang muncul.
- Lihat sumber yang dikutip. Perplexity dan ChatGPT (kalau pakai pencarian) biasanya nunjukin sumbernya. Daftar situs yang dikutip itu adalah peta tempat brand kamu harus hadir.
- Ulangi tiap bulan. Jawaban AI berubah-ubah, jadi yang penting polanya, bukan satu jawaban.
Contoh format tabel yang bisa kamu pakai:
| Pertanyaan | AI | Disebut? | Urutan | Pesaing yang muncul | Sumber yang dikutip |
|---|---|---|---|---|---|
| Rekomendasi kopi susu literan di Jakarta | ChatGPT | Nggak | – | Brand A, Brand B | Artikel media X, forum Y |
| Rekomendasi kopi susu literan di Jakarta | Perplexity | Ya | 4 | Brand A | Artikel media X |
5 alasan brand kamu nggak disebut AI
1. Situs kamu nggak sengaja nge-blok crawler AI
Ini penyebab yang paling sering kelewat karena nggak kelihatan di laporan analytics mana pun. OpenAI punya crawler bernama OAI-SearchBot yang dipakai buat hasil pencarian di ChatGPT. Kalau file robots.txt situs kamu melarang crawler ini, konten kamu susah muncul di jawaban ChatGPT. Menurut dokumentasi OpenAI, kamu bisa mengizinkan OAI-SearchBot supaya muncul di hasil pencarian, sambil tetap melarang GPTBot kalau kamu nggak mau kontenmu dipakai buat melatih model AI. Dua pengaturan ini terpisah.
2. Brand kamu nggak dibahas di situs lain
AI cenderung mengutip sumber yang dipercaya: media, artikel rekomendasi, review, dan forum. Kalau brand kamu cuma ngomongin dirinya sendiri di website sendiri, AI punya sedikit alasan buat merekomendasikannya.
3. Info brand kamu nggak jelas atau nggak konsisten
Nama brand ditulis beda-beda, kategori produk nggak jelas, harga di website beda sama di marketplace. AI yang nemu info campur aduk cenderung nggak nyebut, atau malah nyebut dengan info yang salah.
4. Konten kamu nggak menjawab pertanyaan secara langsung
Halaman yang isinya cuma slogan dan foto susah dikutip. AI lebih gampang mengutip kalimat yang langsung menjawab, misalnya “Produk X cocok buat kulit berminyak karena…” dibanding tagline yang puitis.
5. Info brand kamu cuma ada di media sosial
Banyak brand di Indonesia hidupnya di Instagram, TikTok, dan marketplace. Masalahnya, info yang cuma ada di postingan media sosial sering susah ditemuin dan dikutip AI. Kamu tetap butuh halaman web yang rapi dan bisa dibaca mesin.
Cara bikin brand lebih sering disebut AI
- Cek robots.txt kamu. Buka namadomainkamu.com/robots.txt dan pastikan OAI-SearchBot nggak dilarang. Kalau kamu pakai CMS atau plugin keamanan, cek juga pengaturan blokir bot-nya.
- Daftarin situs kamu di Bing Webmaster Tools. Banyak analisis nyebut pencarian ChatGPT ikut memanfaatkan indeks Bing, jadi pastikan situsmu keindeks di sana, bukan cuma di Google.
- Bikin halaman FAQ dari hasil tes tadi. Pakai 10 pertanyaan yang kamu tulis sebagai bahan. Jawab langsung di kalimat pertama, baru dijelasin.
- Kejar sebutan di situs pihak ketiga. Artikel rekomendasi, media, komunitas, dan review pelanggan. Mulai dari situs-situs yang tadi dikutip AI waktu kamu tes.
- Samakan data brand di semua tempat. Nama, kategori, kota, harga, dan deskripsi singkat harus sama di website, Google Business Profile, marketplace, dan media sosial.
- Bikin konten perbandingan yang jujur. Pertanyaan “A vs B” termasuk yang paling sering ditanya ke AI. Konten yang adil soal kelebihan dan kekurangan lebih mungkin dikutip daripada yang isinya muji diri sendiri.
Jangan lupa ngukur hasilnya
Buka Google Analytics 4 dan cek sumber trafik dari chatgpt.com, perplexity.ai, dan gemini.google.com. ChatGPT otomatis nambahin parameter utm_source=chatgpt.com di link yang dia kutip, jadi di GA4 trafiknya kelihatan dengan sumber chatgpt.com dan gampang dipisahin dari trafik lain. Kalau kamu belum rapi soal UTM, baca dulu cara pakai UTM buat lacak campaign. Gabungin data trafik ini sama hasil tes bulanan kamu, supaya kelihatan apakah usaha GEO kamu mulai berdampak.
Kesimpulan
GEO bukan pengganti SEO, dan AI belum bakal ngirim banjir trafik dalam waktu dekat. Tapi pengguna ChatGPT di Indonesia banyak, dan yang datang dari jawaban AI cenderung udah siap beli. Mulai dari yang paling gampang: tanya ChatGPT hari ini soal kategori produkmu, catat hasilnya, lalu benerin satu penyebab paling besar dulu.
Coba gratis 7 hari, tanpa kartu →
Sumber & referensi
- Negara teratas pengguna situs GenAI berdasarkan porsi trafik, Similarweb
- Ranked: The Top Countries Driving ChatGPT Traffic in 2025, Visual Capitalist
- Gartner Predicts Search Engine Volume Will Drop 25% by 2026, Gartner
- 7 Reasons To Be Skeptical of 25% Search Drop by 2026, Search Engine Journal
- Case Study: How Traffic from ChatGPT Converts, Seer Interactive
- Overview of OpenAI Crawlers (OAI-SearchBot & GPTBot), OpenAI
- OAI-SearchBot and Robots.txt: Visibility Baseline, Cresva
- Your AI Traffic Is Hiding: Tracking ChatGPT, Claude, and More, Seer Interactive
- Foto sampul: Airam Dato-on via Pexels






