Cara Bikin Deck Strategi yang Meyakinkan Klien | Remarketing.id
Cara Bikin Deck Strategi yang Meyakinkan Klien

Cara Bikin Deck Strategi yang Meyakinkan Klien

Kamu udah begadang nyusun deck strategi. Framework-nya jelas, datanya lengkap, desainnya rapi. Tapi pas presentasi ke klien, responsnya cuma “oke, kita pikirin dulu ya” atau malah balik lagi dengan tiga halaman revisi. Rasanya kayak strategi bagus, tapi nggak nyampe.

Masalahnya sering kali bukan di strateginya. Masalahnya di cara deck-nya disusun, dan cara kamu mimpin ruangan pas presentasi. Deck strategi yang meyakinkan bukan soal siapa yang paling pintar bikin framework, tapi soal siapa yang paling bisa bikin klien ngerasa didengerin sambil tetap yakin sama arah yang kamu tawarin.

Kenapa Deck Strategi Sering Ditolak Padahal Udah Rapi

Kebanyakan deck strategi ditulis dari sudut pandang orang yang bikinnya, bukan dari sudut pandang orang yang bakal baca dan mutusin. Strategist biasanya udah tenggelam di data dan proses riset selama berminggu-minggu, jadi lupa kalau klien baru ketemu semua ini di menit pertama presentasi. Hasilnya, deck jadi penuh insight yang buat kamu obvious, tapi buat klien terasa asing atau bahkan bikin defensif.

Ini yang bikin deck sebagus apapun tetap perlu satu skill tambahan: kemampuan bikin klien ngerasa dipahami, bukan cuma dikasih tau apa yang harus mereka lakuin.

4 Cara Bikin Deck Strategi yang Meyakinkan Klien

1. Pahami dulu apa yang sebenarnya dicari klien dari deck kamu. Klien jarang butuh framework yang canggih. Mereka butuh rasa yakin bahwa uang, waktu, dan reputasi mereka aman di tangan strategi ini. Sebelum nulis satu slide pun, coba jawab: apa yang bikin klien ini bisa tidur nyenyak kalau strategi ini dijalanin? Jawaban itu yang harus jadi benang merah seluruh deck, bukan cuma jadi satu slide “kesimpulan” di akhir.

2. Baca ulang deck kamu dari kacamata klien, bukan kacamata kamu sendiri. Cetak atau buka deck-nya, lalu baca dari awal seolah-olah kamu orang yang belum pernah lihat brief-nya. Slide mana yang bikin kamu mikir “kok tiba-tiba?” atau “ini maksudnya apa?” Kalau ada, kemungkinan besar klien juga bakal mikir hal yang sama, cuma mereka nggak selalu bilang. Tugas kamu ngebersihin loncatan logika itu sebelum ruangan yang ngebersihinnya buat kamu.

3. Ubah framework jadi cerita, bukan tumpukan bullet point. Otak manusia inget cerita, bukan matriks 2×2. Susun deck-nya dengan alur yang jelas: masalah apa yang sebenarnya terjadi, insight apa yang kamu temuin, kenapa insight itu penting buat bisnis mereka, dan gimana strategi ini jadi jawabannya. Tiap slide harus jawab satu pertanyaan “terus kenapa ini penting buat saya”, bukan cuma nampilin data buat nunjukkin kamu udah kerja keras.

4. Siapin jawaban buat feedback tanpa kehilangan inti strategi. Presentasi yang meyakinkan bukan yang tanpa pertanyaan sulit, tapi yang siap ngejawabnya tanpa panik atau langsung nyerah ganti arah. Sebelum presentasi, coba tebak tiga pertanyaan paling nyebelin yang mungkin ditanyain klien, lalu siapin jawaban yang tetap mempertahankan inti strategi sambil ngasih ruang buat penyesuaian teknis. Ini yang bedain strategist yang cuma nyari validasi sama yang beneran mimpin ruangan.

Belajar Langsung dari Praktisi yang Biasa “Win the Room”

Empat poin di atas kedengarannya sederhana di atas kertas, tapi eksekusinya beda cerita kalau kamu belum pernah lihat langsung gimana praktisi senior ngelakuinnya di depan klien beneran. Salah satu sesi di program Remarketing × We/Strat ngebahas ini secara khusus: gimana bikin dan presentasiin deck strategi yang kuat dari sisi agency, tapi tetap jelas dan meyakinkan dari perspektif klien.

Ruli Himawan Nugroho

Live Class · Remarketing × We/Strat
Win the Room — Turn Your Strategy into Buy-In
Ruli Himawan Nugroho
Head of Marketing Communication, BCA Syariah

Lihat Program →

Di sesi ini kamu bakal belajar langsung dari orang yang tiap hari mimpin ruangan yang sama: nyusun deck strategi buat internal maupun eksternal, terus mempertahankannya di depan stakeholder yang skeptis. “Win the Room” cuma satu dari 6x Live Class yang ada di program ini. Ada juga sesi soal cara bedah brief biar nemuin masalah yang beneran, bukan cuma yang keliatan di permukaan; cara gali insight dari consumer journey yang sekarang udah nggak linear; cara nyusun satu ide besar jadi strategi yang konsisten dari data sampai eksekusi; sampai cara pakai AI buat mempertajam creative direction tanpa kehilangan sense strategis kamu sendiri. Plus 4 Video Learning eksklusif soal tools, mindset, dan cara mikir strategist di lapangan. Total 10 materi, semuanya dibawain langsung sama praktisi yang beneran ngerjain ini tiap hari, bukan yang cuma teori.

Kenalan Sama Semua Praktisinya

Ini bukan kelas satu orang. Ada 14 senior leader strategy dari agency dan brand ternama yang gantian ngajar sepanjang program:

Yhanuar Purbokusumo

Yhanuar Purbokusumo
Brand Strategy Consultant

Fajar Arismunandar

Fajar Arismunandar
Senior Director, Nation Insights

Maria Angelica

Maria Angelica
Founder Think of View (TOV), part of FCN Group

Ruli Himawan Nugroho

Ruli Himawan Nugroho
Head of Marketing Communication, BCA Syariah

Indra Permadi

Indra Permadi
Head of Strategy, Good People Network

Wimala Djafar

Wimala Djafar
Director of H+ and Innovation, Hakuhodo International Indonesia

Sapto Handriyanto

Sapto Handriyanto
Regional Strategy Director, POPS Worldwide

Syarief Hidayatullah

Syarief Hidayatullah
Founder and Strategy Director, Magnahub

Resa Pattiwael

Resa Pattiwael
Executive Advisor, MAKA Group & Growinc Group Indonesia

Sismita Sasmita

Sismita Sasmita
COO, Pantarei Communications

Inayati Suryani

Inayati Suryani
VP Strategy & Data, vosFoyer

Alf Ghibran Prasojo

Alf Ghibran Prasojo
Retail Banking Marketing Specialist, Bank Jago

Buyung Widhisyah Putra

Buyung Widhisyah Putra
Director of Strategy, Bounce Indonesia

Arya Kumbara

Arya Kumbara
Chief Strategy Officer, Mullenlowe Lintas Indonesia

Deck strategi yang bagus emang penting, tapi deck yang meyakinkan itu yang bikin klien ikut yakin bareng kamu. Mulai dari empat cara di atas, lalu lihat langsung gimana praktisinya ngelakuin di kelas ini.

Share this post :

Facebook
LinkedIn
WhatsApp
Threads
X

Support System-nya Digital Marketing Se-Indonesia agar #JadiTerusRelevan dengan kebutuhan Industri terkini.

Copyright © 2025 Remarketing. All rights reserved

#JadiTerusRelevan dengan newsletter kami

Support System-nya Digital Marketing Se-Indonesia agar #JadiTerusRelevan dengan kebutuhan Industri terkini.

Copyright © 2025 Remarketing. All rights reserved

Article
// Lanjut baca

Artikel lainnya

Marketing Strategy
Perbedaan Biaya Admin Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop 2026 (Biar Nggak Salah Hitung Margin)
Marketing Strategy
Vanity Metrics: Kenapa Views & Followers Naik Tapi Penjualan Diam
Marketing Strategy
Margin Tipis & Break-even: Kapan Produk Marketplace-mu Sebenarnya Rugi