Bayangkan masuk ke toko kacamata, dan yang pertama kamu lihat bukan rak kacamata, tapi wajah robot raksasa yang berkedip. Itulah Gentle Monster, brand kacamata asal Korea Selatan yang tokonya lebih mirip galeri seni. Orang datang untuk foto, lalu banyak yang pulang membawa kacamata seharga Rp3–5 juta.
Di artikel ini, tim Remarketing bongkar empat jurus Gentle Monster, kenapa jurus itu bekerja secara psikologis, satu plot twist dari laporan keuangannya, dan yang paling penting: versi lokalnya, cara bikin sudut toko “Instagramable” untuk toko offline di Indonesia tanpa budget galeri. Versi carousel-nya ada di Instagram @remarketingid.
Ringkasan 30 detik
- Jurus 1: toko diperlakukan sebagai pameran seni. Kacamatanya justru jadi pemeran pendukung.
- Jurus 2: tampilan toko terus berganti, jadi selalu ada alasan untuk datang lagi.
- Jurus 3: satu gedung berisi kacamata, parfum, dan dessert, supaya orang betah berlama-lama.
- Jurus 4: kolaborasi dengan idola dan rumah mode yang bikin orang antre.
- Plot twist: setelah naik hampir 30% di 2024, pendapatan grupnya turun tipis di 2025. Pengalaman toko bikin orang datang, tapi produk tetap harus bikin mereka beli.

Kenalan Dulu: Gentle Monster Itu Siapa?
Gentle Monster didirikan di Seoul tahun 2011 oleh Hankook Kim. Induk perusahaannya, IICOMBINED, juga menaungi brand parfum Tamburins, toko dessert NUDAKE, brand topi ATiiSSU, dan brand peralatan makan Nuflaat. Brand ini sempat menarik investasi dari raksasa barang mewah LVMH dan, menurut laporan di 2025, dari Google.
| Angka | Artinya | Sumber |
|---|---|---|
| 84 toko | Toko Gentle Monster di seluruh dunia (2026), plus dijual di 450+ peritel di 30 negara | Wikipedia |
| Rp3,3–5 juta | Kisaran harga sepasang kacamata (US$200–300, kadang sampai US$500) | Wikipedia |
| ± Rp1 triliun | Investasi LVMH (US$60 juta) untuk 7% saham, September 2017 | Wikipedia |
| ± Rp9,1 triliun | Pendapatan IICOMBINED di 2025 (₩772,3 miliar), turun 2,1% | EW Intelligence, April 2026 |
Kurs perkiraan: US$1 ≈ Rp16.500 dan ₩1 ≈ Rp11,8.
Jurus 1: Toko Diperlakukan seperti Pameran Seni
Di kebanyakan toko kacamata, produk adalah bintangnya: rak penuh, lampu terang, cermin di mana-mana. Gentle Monster membalik urutan itu. Yang pertama menyambut pengunjung adalah instalasi seni berukuran besar: wajah robot yang bergerak, patung aneh, sampai robot berkaki enam di toko HAUS DOSAN, Seoul. Kacamatanya dipajang di rak yang relatif kecil di sekitarnya.
Hasilnya, orang datang bukan hanya untuk belanja, tapi untuk melihat dan memotret. Setiap foto yang diunggah ke Instagram, TikTok, atau Xiaohongshu menjadi iklan gratis. Teman yang melihatnya ikut penasaran, datang, lalu memotret juga. Lingkaran ini terus berulang.

Jurus 2: Tampilan Toko Terus Berganti
Instalasi sebagus apa pun akan terasa biasa kalau dilihat dua kali. Karena itu Gentle Monster rajin merombak tokonya. Menurut Monocle, di tahun-tahun awal tampilan toko diganti setiap 21 hari. Proyek “Quantum” mereka menghadirkan 36 instalasi yang didesain ulang setiap 25 hari, bekerja sama dengan seniman dan brand lain. Sekarang ritmenya lebih lambat, tapi prinsipnya tetap: orang yang datang bulan lalu punya alasan untuk datang lagi.
Jurus 3: Satu Gedung, Banyak Alasan untuk Betah
Sejak 2021, IICOMBINED membangun konsep HAUS: gedung yang menggabungkan beberapa brand mereka. HAUS NOWHERE Seoul yang dibuka September 2025 punya empat lantai berisi kacamata Gentle Monster, parfum Tamburins, dessert dan teh NUDAKE, topi ATiiSSU, dan peralatan makan Nuflaat. Gedung ini sekaligus jadi kantor pusat mereka.
Logikanya sederhana: semakin lama orang berada di dalam, semakin besar peluang mereka membeli sesuatu. Orang yang datang untuk foto bisa pulang membawa parfum, atau setidaknya duduk menikmati dessert sambil melihat-lihat kacamata.

Jurus 4: Kolaborasi yang Bikin Orang Antre
Gentle Monster rajin “meminjam panggung” orang lain. Beberapa kolaborasi yang paling dikenal:
- 2017: aktris Tilda Swinton.
- 2020, 2022, 2024: Jennie (BLACKPINK) lewat koleksi Jentle Home, Jentle Garden, dan Jentle Salon.
- 2024–2025: rumah mode Maison Margiela, tiga kali.
- 2025: Bratz bersama Karina (aespa).
- 2026: Prada, plus kacamata pintar bersama Samsung dan Google.
Kolaborasi dengan idola K-pop membawa penggemar yang loyal, sementara kolaborasi dengan rumah mode menaikkan citra brand menjadi barang fashion, bukan sekadar alat bantu lihat.

Plot Twist: Hype Juga Ada Batasnya
Strategi ini sempat membawa pertumbuhan besar. Pendapatan IICOMBINED naik 29,7% di 2024 menjadi ₩789,1 miliar (sekitar Rp9,3 triliun). Tapi di 2025, pendapatannya turun 2,1% menjadi ₩772,3 miliar (sekitar Rp9,1 triliun), penurunan pertama setelah bertahun-tahun tumbuh.
Sumber yang kami baca tidak menjelaskan penyebab pastinya, jadi kami tidak akan menebak. Tapi pelajarannya tetap jelas: pengalaman toko bisa membuat orang datang, tapi produk, harga, dan layanan tetap yang membuat mereka membeli dan kembali.
Kenapa Strateginya Berhasil? (Psikologinya)
- Rasa penasaran: sesuatu yang aneh dan tidak terduga membuat orang berhenti dan ingin tahu lebih banyak.
- Identitas sosial: foto di tempat yang keren adalah cara orang menunjukkan selera mereka. Mereka membagikannya bukan untuk brand, tapi untuk diri sendiri.
- Takut ketinggalan: instalasi yang berganti dan koleksi kolaborasi yang terbatas membuat orang merasa harus datang sekarang.
- Waktu di dalam toko: semakin lama orang betah, semakin banyak produk yang mereka lihat dan coba.
Versi Lokalnya: Sudut Toko Instagramable dengan Budget Kecil
Kamu tidak perlu robot berkaki enam. Kuncinya adalah memberi orang satu alasan kuat untuk memotret, lalu satu alasan untuk kembali. Mulai dari satu sudut dulu, bukan satu toko.
| Langkah | Contoh | Perkiraan biaya |
|---|---|---|
| 1. Satu dinding statement | Cat warna berani, mural, atau pola yang cuma ada di tokomu | Rp500 ribu–2 juta |
| 2. Satu objek aneh | Neon nama toko, patung, kursi raksasa, atau benda unik dari pasar loak | Rp500 ribu–3 juta |
| 3. Lampu yang bikin wajah bagus | Lampu hangat yang lembut di titik foto, bukan lampu neon putih dari atas | Rp300 ribu–1 juta |
| 4. Ganti tema rutin | Ikuti momen: Ramadan, 11.11, tahun baru, musim hujan | Rp300 ribu–1 juta per tema |
| 5. Ajak seniman lokal | Mahasiswa seni atau ilustrator di kotamu, beri ruang pameran dan kredit | Bisa barter, atau fee sesuai kesepakatan |
| 6. Kasih alasan betah | Kursi, air minum, colokan, pojok nongkrong | Rp500 ribu–2 juta |
Perkiraan kasar dari tim Remarketing. Biaya sebenarnya tergantung kota, ukuran, dan bahan.
Setelah sudutnya jadi, beri dorongan kecil: tulis nama akun Instagram tokomu di dekat titik foto, dan unggah ulang foto pelanggan yang menandai tokomu. Pelanggan merasa dihargai, kamu dapat konten gratis.
⚠️ Jangan asal tiru: sudut foto yang bagus tidak menyelamatkan produk yang biasa saja. Pastikan sudut fotonya tidak menghalangi orang berbelanja, dan jangan biarkan dekorasinya kusam berbulan-bulan, karena yang tadinya unik bisa berubah jadi terlihat tidak terurus.

🎓 REMARKETING RESOURCE
Mau belajar branding dan retail dari praktisi top Indonesia?
Ada 250+ video belajar langsung dari praktisinya, dari strategi brand, konten, sampai cara bikin orang datang ke tokomu.
FAQ
Apa itu Gentle Monster?
Gentle Monster adalah brand kacamata dan kacamata hitam asal Seoul, Korea Selatan, yang didirikan tahun 2011. Brand ini terkenal karena tokonya yang dipenuhi instalasi seni.
Kenapa toko Gentle Monster seperti galeri seni?
Karena tokonya dirancang sebagai pengalaman, bukan sekadar tempat belanja. Instalasi seni membuat orang datang, berfoto, dan membagikannya di media sosial, sehingga toko menjadi alat promosi.
Apakah Gentle Monster ada di Indonesia?
Dari sumber yang kami cek, toko flagship terdekat ada di Singapura, Kuala Lumpur, dan Bangkok. Cek kanal resmi Gentle Monster untuk informasi toko dan peritel terbaru di Indonesia.
Bagaimana UMKM bisa meniru strategi Gentle Monster?
Mulai dari satu sudut toko yang layak difoto: satu dinding statement, satu objek unik, dan pencahayaan yang bagus. Ganti temanya secara rutin dan beri pelanggan alasan untuk betah.
Sumber
- Wikipedia: Gentle Monster
- EW Intelligence: Is Gentle Monster running out of steam? (April 2026)
- EW Intelligence: Gentle Monster parent company revenue up 30% in FY2024
- Inside Retail Asia: Gentle Monster’s parent opens fourth Haus Nowhere in Seoul (September 2025)
- designboom: Gentle Monster Quantum Project (Agustus 2018)
- Monocle: Gentle Monster






