
Copywriting bukan cuma soal menulis kata-kata yang enak dibaca. Ini soal membujuk, mempengaruhi, dan menggerakkan audiens untuk melakukan sesuatu—beli, daftar, klik, atau bahkan cuma mikir ulang.
Buat kamu yang aktif di dunia digital marketing, social media, atau content creation, memahami metode-metode copywriting bisa jadi senjata utama. Tapi sering kali, kita cuma tahu permukaannya saja. Padahal di balik setiap formula, ada logika dan strategi yang bisa membawa konten kita dari “biasa aja” jadi “kok bisa viral sih ini?”
Sebelum jauh, copywriting adalah seni menulis teks yang bertujuan untuk mempengaruhi, membujuk, atau meyakinkan seseorang agar melakukan aksi tertentu. Aksinya bisa macam-macam: beli produk, daftar webinar, klik link, follow akun, sampai sekadar buka pesan promosi.
Bukan sekadar menulis, copywriting adalah komunikasi strategis. Ia menggabungkan kata-kata yang relevan, insight psikologi konsumen, dan struktur persuasi agar pesan sampai dengan tepat sasaran.
Kenapa Copywriting Penting di Digital Marketing?
Di era digital, perhatian itu mahal. Orang scroll cepat, swipe kiri, klik skip. Nah, copywriting berperan sebagai “penjaga gerbang” yang pertama kali menyapa calon customer. Kalau tulisannya nggak menarik, informatif, atau persuasive—ya mereka tinggalin.
Copywriting penting karena:
- ✅ Mengubah traffic jadi leads, lalu jadi sales
- ✅ Membedakan brand kamu dari kompetitor
- ✅ Meningkatkan conversion di tiap tahap funnel
- ✅ Membangun kedekatan dan kredibilitas dengan audiens
- ✅ Mengurangi biaya iklan dengan CTR yang lebih baik
Bahkan visual yang bagus pun butuh copy. Desain bisa menarik perhatian, tapi copy yang meyakinkan akan bikin orang beli.
Nah, berikut adalah 10 formula copywriting paling populer. Kita nggak cuma bahas rumusnya, tapi juga cerita di baliknya, bagaimana cara pakainya, dan brand-brand yang udah membuktikan bahwa formula ini works banget.
1. AIDA (Attention – Interest – Desire – Action)
Bayangin kamu lagi scroll IG sambil bengong. Tiba-tiba ada headline: “Kerja di rumah tapi malah makin capek?” — itu “Attention”. Terus kamu baca penjelasannya soal riset dan solusinya. Nah, itulah kekuatan AIDA: dia narik kamu dari sekadar lihat jadi pengen ngelakuin sesuatu.
Cocok untuk: Iklan, landing page, email marketing
Brand yang sering pakai: Apple, Nike
Contoh:
“Susah fokus kerja di rumah? Riset bilang 78% pekerja remote kehilangan produktivitas karena distraksi. Pakai aplikasi X yang bantu atur waktu dan blok notifikasi. ✅ Coba gratis sekarang!”
Penerapan: AIDA adalah formula yang fleksibel. Cocok banget dipakai buat CTA di email, ad copy, bahkan storytelling pendek di reels atau TikTok.
2. PAS (Problem – Agitate – Solution)
Setiap orang punya masalah, dan PAS memanfaatkan itu dengan cara empati. Misalnya kamu tahu audiensmu sering kehabisan ide konten. Kamu mulai dengan itu, lalu kamu kasih lihat betapa capeknya brainstorming tiap hari, baru deh kamu tawarin solusi. Simple tapi kena banget.
Cocok untuk: Soft selling, storytelling, konten edukatif
Brand yang sering pakai: Grammarly, Copy.ai
Contoh:
“Ngerasa stuck tiap bikin caption? Engagement turun, brand jadi sepi. Tenang, e-book ini kasih 50+ template caption siap pakai.”
Penerapan: PAS adalah sahabat baik buat kamu yang sering bikin konten edukatif, konten feed carousel, atau narasi hook di awal video.
3. 4C (Clear – Concise – Compelling – Credible)
Pernah baca copy yang singkat tapi langsung bikin mikir, “Iya juga ya”? Nah itu biasanya pake 4C. Formula ini bantu kamu nulis efisien tanpa kehilangan daya pukul. Cocok buat caption pendek, deskripsi produk, bahkan profil bio.
Cocok untuk: Bio, copy iklan singkat, deskripsi produk
Brand yang sering pakai: Shopify, GoFood
Contoh:
“Belajar copywriting dari praktisi + dapet 50 template siap pakai. Dipakai 3.000+ konten kreator.”
Penerapan: Buat kamu yang ngelola marketplace, ads copy, atau profile brand—4C wajib dikuasai.
4. FAB (Features – Advantages – Benefits)
Ini formula yang sering dilupain padahal penting. Banyak brand cuma fokus ke fitur, padahal audiens butuh tahu: “Apa gunanya buat gue?” FAB ngajarin kamu urutannya: dari spesifikasi → keunggulan → kenapa penting buat mereka.
Cocok untuk: Halaman produk, product highlight
Brand yang sering pakai: Samsung, Xiaomi
Contoh:
“Fitur kamera 108MP ultra wide. Hasil foto tetap jernih walau malam. Cocok buat konten kreator yang sering shooting malam hari.”
Penerapan: FAB bikin sales page kamu nggak kaku, tapi juga tetap menjual dengan logis.
5. Before–After–Bridge
Manusia itu suka cerita. Formula ini ngasih gambaran kontras antara hidup sebelum dan sesudah pakai produk/jasa kamu. Bridge adalah jembatan solusinya—dan itu jadi tempat kamu masuk.
Cocok untuk: Konten transformatif, edukasi, testimonial
Brand yang sering pakai: Headspace, Notion
Contoh:
“Sebelum pakai Notion: dokumen berantakan, deadline kelewat. Sesudah pakai Notion: semua kerja pakai satu dashboard. ⤷ Download templatenya di sini.”
Penerapan: Cocok banget buat testimoni, demo tools, atau case study di presentasi.
6. SLAP (Stop – Look – Act – Purchase)
SLAP itu kayak headline yang nonjok. Dia dibuat buat narik perhatian secepat kilat, bikin audiens berhenti scroll dan langsung ngeklik.
Cocok untuk: Headline iklan & landing page
Brand yang sering pakai: Lazada, Shopee
Contoh:
“FLASH SALE CUMA 3 JAM! 😱 Klik sekarang, beli sebelum kehabisan!”
Penerapan: Efektif banget buat campaign flash sale, email promo terbatas, dan push notif urgent.
7. PASTOR (Problem – Amplify – Story – Transformation – Offer – Response)
Buat kamu yang suka storytelling, ini formula yang bisa bawa audiens ke perjalanan emosional. Ceritain masalah, perbesar efeknya, bawa mereka ke transformasi, baru deh kasih solusi.
Cocok untuk: Long-form sales letter, webinar pitch
Brand yang sering pakai: Tony Robbins, MasterClass
Contoh:
“Dulu saya struggling dapet klien freelance. Lalu saya coba metode X, dan hasilnya… sekarang bisa closing tiap minggu. Mau tahu caranya? Gabung kelas online kami.”
Penerapan: Ideal buat konten panjang: email sequence, sales page edukasi, dan kelas online.
8. ACCA (Awareness – Comprehension – Conviction – Action)
Pernah coba jelasin produk yang baru banget di market? ACCA bantu kamu nyusun narasi dari nol—dari orang nggak tahu apa-apa, sampai mereka percaya dan mau beli.
Cocok untuk: Produk baru atau teknologi inovatif
Brand yang sering pakai: Tesla, Gojek
Contoh:
“Tau nggak, mobil listrik bisa hemat Rp 10 juta/tahun? Teknologi baru ini bisa kamu miliki sekarang tanpa ribet. Booking test drive hari ini.”
Penerapan: Cocok buat pre-launch, artikel edukasi produk baru, dan infografis awareness.
9. PPPP (Picture – Promise – Prove – Push)
Formula ini bermain di sisi imajinasi dan bukti. Pertama kamu ajak audiens membayangkan sesuatu, lalu kamu kasih janji, bukti, dan dorongan untuk bertindak.
Cocok untuk: Direct response ads, print ads
Brand yang sering pakai: Amazon Ads, ClickFunnels
Contoh:
“Bayangkan hidup tanpa stres soal keuangan. Kursus ini bantu kamu atur penghasilan dan investasi. 10.000+ orang sudah daftar. ⤷ Gabung hari ini.”
Penerapan: Efektif untuk iklan paid media, caption promo, dan hero section landing page.
10. The 5 Basic Objections Formula
Salah satu alasan audiens nggak beli itu karena mereka punya keraguan. Formula ini ngasih pendekatan buat nangkal itu sebelum mereka ngomong. Kamu jawab duluan soal waktu, harga, trust, atau kebutuhan mereka.
Cocok untuk: Penawaran langsung, closing sales
Brand yang sering pakai: Online course, SaaS tools
Contoh:
“Nggak punya waktu belajar? Tenang, video ini cuma 10 menit/hari. Takut nggak kepakai? Sudah terbukti bantu 500+ bisnis. ⤷ Coba sekarang!”
Penerapan: Bisa ditaruh di bawah sales page, bagian FAQ, atau jadi isi dari 3-4 konten edukasi yang menyentuh pain point calon pembeli.
Metode copywriting ini bukan sekadar trik, tapi tools untuk bantu kamu lebih nyambung dengan audiens. Semakin kamu latihan, kamu bakal tahu kapan pakai AIDA, kapan harus PAS, atau kapan lebih cocok Before–After–Bridge.
✔️ Yuk, tantang diri kamu: minggu ini pilih 1 formula dan coba implementasikan ke satu konten. Lihat performanya.
🎁 Mau belajar langsung bareng expert dan dapet feedback real-time?
Gabung komunitas Remarketing sekarang dan belajar bareng digital marketer lain dari seluruh Indonesia.
👉 Daftar di sini
🎓 Ikutan jadi Member Remarketing buat akses sesi ini dan banyak benefit lain seperti:
✅ 5–10 live class tiap bulan
✅ 100++ recording & deck kelas sebelumnya
✅ Lifetime akses WA group diskusi dan info lowongan
👉 Daftar jadi member sekarang di: https://warga.remarketing.id/m/member-remarketing?utm_source=artikel




